Pelayanan publik yang berkualitas menjadi indikator penting dalam kesuksesanpenyelenggaraan transportasi udara, khususnya di bandar udara yang menjadisimpul utama mobilitas penumpang. Penelitian ini bertujuan untukmengeksplorasi implementasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di BandarUdara Radin Inten II Lampung dengan pendekatan kualitatif deskriptif danmetode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalamimplementasi SPM meliputi lemahnya koordinasi antar unit kerja, keterbatasankapasitas terminal, serta kurangnya kompetensi sumber daya manusia, khususnyadalam pelayanan kepada penumpang berkebutuhan khusus dan pengguna jasainternasional. Selain itu, meningkatnya jumlah penumpang juga memperburukkondisi kepadatan terminal, yang berdampak pada kenyamanan, keamanan, danefisiensi pelayanan. Temuan lapangan dari wawancara dengan penumpangmenunjukkan bahwa meskipun pelayanan cukup memuaskan dalam halkebersihan dan sikap ramah petugas, masih terdapat keluhan terkait antreanpanjang, minimnya fasilitas penunjang, dan keterbatasan akses transportasi. Olehkarena itu, diperlukan strategi kebijakan yang mencakup peningkatan koordinasilintas unit, penguatan infrastruktur, serta pengembangan pelatihan SDM untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan akuntabel di sektor transportasi udara.
Kata Kunci : Pelayanan Publik, Standar Pelayanan Minimum, KoordinasiAntar Unit, Kepuasan Penumpang, Bandara Radin Inten II
©2024 Repository Saburai. All rights reserved