Transportasi sangat memiliki arti yang sangat penting dalam dunia
pergerakan atas tujuan perpindahan orang dan barang dari suatu tempat
ketempat lainnya dengan menggunakan system, tak terkecuali yakni moda
transportasi agar pengguna dapat aman, nyaman, ekonomis, murah,dan
berkesinambungan dalam mencapai tujuan. Banyak pergerakan yang
dilakukan menggunakan moda transportasi ini untuk kepentingan
Kerja,Kuliah/Bersekolah,Kepasar, Berbelanja, Olahraga, kunjungan social
,keagamaan dan tak terkecuali Berwisata.
Pariwisata merupakan tujuan rutinitas pergerakan oleh Masyarakat, pada
akhir pekan, baik menggunakan moda roda dua maupun roda empat
ataupun bus umum, Destinasi wisata Di Kabupaten Lampung Selatan saat
ini sangat digemari (booming), karena keindahan alam, pantai,
pegunungan tak terkecuali banyak tempat sejarah, budaya dan kerohanian
menjadi kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara.
Keanekaragaman tempat kunjungan wisata di lampung selatan dan moda
transportasi yang digunakan memungkinkan adanya karakteristik dan
system moda transportasi yang berkelanjutan akan muncul Untuk
mengetahui hal tersebut makan diadakan penelitian guna menjawab dari
sebagian permasalahan yang ada dengan menggunakan preferensi yang
diambil secara random (acak) menggunakan alat ukur statistic SPSS.
Berdasarkan analisis data perhitungan Karakteristik Pemilihan Moda
Transportasi Kunjungan Wisata Di Kabupaten Lampung Selatan yakni :
Kelompok Usia sebanyak 36% adalah 25-35 tahun, sebanyak 32%
kelompok usia >45 tahun,. Jenis Kelamin Responden sebanyak 33% Laki-
laki dan 67% Perempuan. Asal wisatawan responden sebanyak 98%
berasal dari dalam negeri (local) dan hanya 2% Berasal dari luar Negeri
(Manca Negara). Pendidikan Responden sebanyak 93% merupakan
serjana setingkat atau diatasnya, Pekerjaan Responden sebanyak 54%
merupakan PNS/TNI/POLRI,42% dan Pendapatan/Gaji Responden
sebanyak 40% (dibawah Rp.2.000.000,-), Tujuan Perjalanan Responden
sebanyak 52% bertujuan pergi kewisata pantai, 18% ke wisata alam dan
pegunungan, 18% ke wisata terpadu buatan/kuliner/UMKM, 8% menjawab
lainya dan hanya 4% yang memilih wisata religi/keagamaan/situs budaya.
Frekwensi Kunjungan Responden sebanyak 40% melakukan perjalanan
wisata lebih 1x dalam setahun,. Asal tujuan responden, 43% berasal dari
Provinsi lampung itu sendiri, 39% berasal dari se-Kab./Kota Di Provinsi
Lampung dan hanya 18% yang berasal dari Provinsi lain di seluruh
Indonesia. Kendaraan yang digunakan responden, sebesar 58%
responden mengunakan Mobil Pribadi dalam menunju tempat wisata,
sedangkan 29% mengunkan Motor, Waktu Tempuh perjalanan
responden, waktu tempuh yang paling banyak yaitu 1 jam dengan 40% dan selanjutnya waktu tempuh <1 jam dengan 27%, 2-3 jam 14%, >5 jam 13%
dan hanya 6% yang memilih waktu tempuh 3-4 jam.
Pada hasil Uji Regresi untuk Variabel dimana Y= Pengunaan moda
transportasi kunjungan wisata sebagai variable Dependen dan Variabel
Independen X1,X2,X3…..X7 ( Kemudahan/Jangkauan, Kapasitas angkut,
Ekonomis dan murah, Keamanan dan kenyamanan, persepsi Keidahan
Destinasi, persepsi Tatakelola dan Kebersihan wisata , persepsi
Keberlanjutan Kunjungan ), setelah diuji dengan model regresi setelah
dinyatakan lolos dari uji asumsi klasik dapatkan hasil bahwa hanya persepsi
Keindahan Destinasi (X6) berpengaruh Positif dan signifikan terhadap
variable Y (Presepsi Penguna Moda). maka dapat di lihat melalui uji
Adjusted R-squared. Dimana nilainya sebesar 0.899. Hal ini berarti
bahwa variabel Kemudahan / Jangkauan (X1), Kapasitas angkut (X2),
Ekonomis dan Murah (X3), Keamanan dan Kenyamanan (X4), Presepsi
Keindahan Destinasi (X5), Presepsi tatakelola dan kebersihan (X6) mampu
memberikan kontribusi dalam mempengaruhi Pengunaan moda transportasi kunjungan wisata (Y) sebesar 89% sedangkan sisanya sebesar
11% persen dipengaruhi oleh variabel lain ; sosial,kultur budaya,kondisi
jalan,jembatan,etc diluar model penelitian ini.
Kata Kunci : Karakteristik, Moda Transportasi dan Destinasi Wisata