ABSTRAK
PENGARUH KUALITAS SDM DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS SOSIAL KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
OLEH
ENI YULIYATI
Mewujudkan Sumber daya manusia yang profesional dan kompeten sesuai nilai organisasi, maka setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) berkewajiban mengelola serta mempertanggungjawabkan kinerjanya. Penilaian kinerja dilaksanakan dengan suatu proses rangkaian manajemen kinerja yang berawal dari penyusunan perencanaan kinerja yang berupa Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Penilaian SKP, penilaian perilaku, serta pemantauan dan evaluasi terhadap penilaian kinerja PNS.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai yaitu kualitas SDM. Salah satu indikator kualitas Sumber Daya Manusia adalah keahlian yang dimiliki pegawai. Hal ini berarti pegawai dengan kualitas SDM yang lebih baik akan memiliki kinerja yang baik pula. Berdasarkan data hasil pengamatan pada Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan ditemukan fakta bahwa masih terdapat adanya pegawai yang belum mampu melaksanakan tugas secara tepat waktu, lambannya penyelesaian pekerjaan dan belum efektifnya pelaksanaan kerja..
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk Mengetahui : Pengaruh Kualitas SDM terhadap kinerja pegawai, Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap kinerja pegawai, Pengaruh kualitas SDM dan pelatihan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai di Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah regresi sederhana dan berganda. Penelitian ini menggunakan 39 responden.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan jawaban hipotesis yakni sebagai berikut; Terdapat pengaruh Kualitas SDM (X1) terhadap Kinerja (Y) di Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, dengan tingkat pengaruh (R-square) sebesar
77,8%. Terdapat pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Kinerja di Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan dengan tingkat pengaruh sebesar 66,1%. Terdapat pengaruh Kualitas SDM dan Pelatihan Kerja secara bersama-sama terhadap Kinerja di Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, dengan tingkat pengaruh sebesar 79,3%.